Kuwait – Serangan yang dituduhkan kepada Iran terhadap fasilitas pembangkit listrik dan pabrik desalinasi air di Kuwait pada Senin (30/3/2026) menyebabkan satu pekerja asal India tewas serta menimbulkan kerusakan material yang cukup besar.
Kementerian Listrik Kuwait dalam pernyataannya menyebutkan bahwa sebuah bangunan layanan di fasilitas tersebut menjadi sasaran serangan. Akibatnya, selain korban jiwa, sebagian infrastruktur mengalami kerusakan yang mengganggu operasional. Meski demikian, tim teknis dan tanggap darurat telah segera dikerahkan untuk menangani dampak serangan dan memastikan layanan listrik serta pasokan air tetap berjalan normal.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, Kuwait dilaporkan beberapa kali menjadi sasaran serangan. Bahkan sehari sebelumnya, pihak pertahanan Kuwait mendeteksi sekitar 14 rudal dan 12 drone yang melintas di wilayah udaranya, dengan sebagian di antaranya menargetkan kamp militer dan menyebabkan sejumlah personel terluka.
Di sisi lain, konflik yang lebih luas di kawasan telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar serta menghancurkan berbagai infrastruktur penting. Iran juga disebut melakukan langkah strategis dengan memblokir Selat Hormuz, jalur vital distribusi energi dunia, yang berdampak pada kenaikan harga minyak dan ketidakstabilan pasar global.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya berdampak pada sektor militer, tetapi juga mengancam infrastruktur vital seperti listrik dan air, terutama di kawasan Teluk yang sangat bergantung pada fasilitas desalinasi untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Sumber: Al Jazera

