Teruslah mentarbiyah, karena Tarbiyah bukan cuma soal mengajar di majelis atau menyampaikan materi. Tarbiyah adalah proses memperbaiki, merawat dan menumbuhkan. Tujuannya bukan hanya agar mereka mengerti, tapi juga punya akhlak yang benar, hati yang terjaga dan amal yang teruji tulus di ridhoi.
Teruslah mentarbiyah, karenanya bagian dari perjuangan meski terasa lelah. Jangan berhenti hanya karena letih. Tugas kita adalah menjalankannya sementara hasilnya biarlah Allah yang mengatur. Tidak kalah penting dari prinsip tarbiyah harus dimulai dari diri sendiri. Nasihat mudah diterima jika disertai perilaku nyata. Perilaku yang baik lebih berkesan daripada kata-kata panjang.
Teruslah mentarbiyah, karena di sanalah masa depan akan lahir. Meski dari proses yang sederhana namun konsisten, yakinlah akan lahir bibit-bibit generasi yang siap menlanjutkan perjuangan, menyelamatkan generasi mendatang, dan siap menghadapi zaman tanpa kehilangan nilai-nilai Islam.
Teruslah mentarbiyah, meski sering kali, orang yang mentarbiyah tidak langsung melihat hasilnya. Sudah menasihati berulang kali, tapi perubahan belum tampak. Sudah memberi contoh, tapi belum diikuti. Di sinilah letak ujian tarbiyah. Kita dituntut untuk sabar dan tidak mudah menyerah, karena kebaikan memang butuh waktu untuk tumbuh.
Teruslah mentarbiyah, meski di era anak-anak dan pemuda sangat mudah terpengaruh oleh berbagai hal, bahkan terkadang susah dikendalikan. Justru disinilah peran tarbiyah menjadi sangat diperlukan: membantu mereka memilah mana yang benar, mana yang salah, dan mana yang manfaat untuk dijadikan pegangan.
Teruslah mentarbiyah, meski pelan. Teruslah mentarbiyah, meski lelah. Teruslah mentarbiyah meski sulit. Teruslah mentarbiyah meski sedikit. Teruslah mentarbiyah meski berat. Karena setiap usaha dalam tarbiyah adalah langkah yang besar untuk perjuangan masa depan dan di dalamanya ada kebaikan besar di sisi Allah.
Wallahu a’lam bisshowab
By: MAsyhadi Akhyar

