Hadits Islam Kisah Wawasan

Kisah Para Salafus Sholeh di Bulan Ramadhan

Berikut ini adalah beberapa kisah luar biasa dari salafus sholeh tentang aktivitas-aktivitas kebaikan yang mereka lakukan ketika bulan Ramadhan tiba

شَهْرُ القُرْآنِ

كَانَ الإِمَامُ الشَّافِعِيُّ فِي رَمَضَانَ يَخْتِمُ القُرْآنَ ٦٠ مَرَّةً، أَيْ فِي اليَوْمِ خَتْمَتَيْنِ! وَكَانَ الإِمَامُ أَحْمَدُ يُغْلِقُ الكُتُبَ وَيَقُولُ: هٰذَا شَهْرُ القُرْآنِ. وَكَانَ الإِمَامُ مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ لَا يُفْتِي وَلَا يُدَرِّسُ فِي رَمَضَانَ، وَيَقُولُ: هٰذَا شَهْرُ القُرْآنِ

احْتُضِرَ أَحَدُ السَّلَفِ فَجَلَسَ أَبْنَاؤُهُ يَبْكُونَ، فَقَالَ لَهُمْ: لَا تَبْكُوا، فَوَاللهِ لَقَدْ كُنْتُ أَخْتِمُ فِي رَمَضَانَ فِي هٰذَا المَسْجِدِ عِنْدَ كُلِّ سَارِيَةٍ ١٠ مَرَّاتٍ، وَكَانَ فِي المَسْجِدِ ٤ سَوَارِيَ، أَيْ خَتَمْتُ ٤٠ مَرَّةً فِي رَمَضَانَ

كَانَ بَعْضُ السَّلَفِ الصَّالِحِ يُحْيِي لَيْلَهُ بِقِرَاءَةِ القُرْآنِ، فَمَرَّ عَلَيْهِ أَحَدُ تَلَامِيذِهِ، فَسَمِعَهُ يُرَدِّدُ : ﴿إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمَٰنُ وُدًّا﴾، فَأَخَذَ يُكَرِّرُ الآيَةَ حَتَّى طَلَعَ الفَجْرُ. فَذَهَبَ إِلَيْهِ تِلْمِيذُهُ بَعْدَ صَلَاةِ الفَجْرِ وَسَأَلَهُ عَمَّا رَأَى

فَقَالَ لَهُ: اسْتُرْ عَلَيَّ مَا رَأَيْتَ
فَقَالَ: أَسْتُرُهُ عَلَيْكَ مَا دُمْتُ حَيًّا، وَلٰكِنْ أَخْبِرْنِي بِخَبَرِكَ

فَقَالَ: عِنْدَمَا كُنْتُ أُرَدِّدُهَا نَزَلَ قَلْبِي الوُدُّ الَّذِي بَيْنَ العَبْدِ وَرَبِّهِ، فَأَخَذْتُ أَتَلَذَّذُ بِذٰلِكَ الوِدَادِ، وَكُلَّمَا كَرَّرْتُ الآيَةَ ازْدَادَ ذٰلِكَ الوُدُّ فِي قَلْبِي

Bulan Al-Qur’an

Imam Asy-Syafi’i pada bulan Ramadhan mengkhatamkan Al-Qur’an 60 kali, yaitu dua kali khatam setiap hari.

Imam Ahmad menutup buku-buku pelajaran dan berkata: “Ini adalah bulan Al-Qur’an.”

Imam Malik bin Anas tidak memberikan fatwa dan tidak mengajar pada bulan Ramadhan. Beliau berkata: “Ini adalah bulan Al-Qur’an.”

Ketika salah seorang ulama salaf sedang menghadapi sakaratul maut, anak-anaknya duduk di sekelilingnya sambil menangis. Ia berkata kepada mereka: “Janganlah kalian menangis. Demi Allah, dahulu pada bulan Ramadhan aku mengkhatamkan Al-Qur’an di masjid ini di setiap tiang sebanyak 10 kali.” Padahal di masjid itu ada 4 tiang, artinya ia telah mengkhatamkan Al-Qur’an 40 kali dalam Ramadhan.

Sebagian ulama salaf menghidupkan malamnya dengan membaca Al-Qur’an. Suatu ketika salah satu muridnya lewat dan mendengar gurunya terus mengulang ayat: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pengasih akan menanamkan kasih sayang bagi mereka.”

Ia terus mengulang ayat itu sampai terbit fajar. Setelah shalat Subuh, murid itu datang dan bertanya tentang apa yang ia lihat. Sang guru berkata: “Tutuplah (rahasiakanlah) apa yang kamu lihat.”

Muridnya menjawab: “Aku akan menutupinya selama aku hidup, tetapi ceritakanlah kepadaku apa yang engkau rasakan.”

Ia berkata: “Ketika aku mengulang ayat itu, turun ke dalam hatiku rasa cinta antara hamba dengan Rabbnya. Aku pun merasakan kenikmatan dalam cinta itu. Setiap kali aku mengulang ayat tersebut, semakin bertambah rasa cinta itu di dalam hatiku.”


شَهْرُ الإِخْلَاصِ

شَهِدَ ابْنُ المُبَارَكِ أَحَدَ المَعَارِكِ، فَتَقَدَّمَ أَحَدُ الكُفَّارِ وَطَلَبَ المُبَارَزَةَ، فَخَرَجَ لَهُ أَحَدُ المُسْلِمِينَ فَقَتَلَهُ. فَخَرَجَ آخَرُ فَقَتَلَهُ أَحَدُ المُسْلِمِينَ، ثُمَّ ظَهَرَ آخَرُ، فَخَرَجَ فَارِسٌ مُلَثَّمٌ وَأَخَذَ يُقَاتِلُ الكَافِرَ حَتَّى قَتَلَهُ، فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ المُسْلِمُونَ فَشَدُّوا عَلَى لِثَامِهِ، فَجَاءَ أَحَدُهُمْ وَشَدَّ اللِّثَامَ فَرَأَوْهُ ابْنَ المُبَارَكِ، فَغَضِبَ وَقَالَ: مَا زِلْتَ تَتْبَعُنَا حَتَّى تُفْشِيَ سِرَّنَا مَعَ اللهِ، لَمْ يَفْرَحْ لِمَعْرِفَةِ النَّاسِ بِشَجَاعَتِهِ

بَنَى أَحَدُ الصَّالِحِينَ مَسْجِدًا، فَنُسِبَ إِلَى الوَكِيلِ الَّذِي أَشْرَفَ عَلَى بِنَائِهِ. فَذَهَبَ بَعْضُ النَّاسِ وَقَالُوا لَهُ: لِمَاذَا تَسْكُتُ وَلَا تُنْسَبُ المَسْجِدَ إِلَيْكَ؟

فَقَالَ: لِأَنَّ الَّذِي بَنَيْتُ لِأَجْلِهِ المَسْجِدَ يَعْلَمُ

Bulan Keikhlasan

Abdullah bin Al-Mubarak pernah ikut dalam sebuah peperangan. Lalu seorang kafir maju dan menantang duel.

Seorang muslim maju dan berhasil membunuhnya. Kemudian muncul lagi orang kafir lain dan kembali dibunuh oleh seorang muslim.

Lalu muncul orang kafir ketiga. Maka keluarlah seorang penunggang kuda yang menutupi wajahnya, dan ia bertarung hingga berhasil membunuh orang kafir tersebut.

Kaum muslimin pun mendekatinya dan mencoba membuka penutup wajahnya. Ketika salah seorang membuka penutup itu, ternyata dia adalah Abdullah bin Al-Mubarak.

Ia marah dan berkata: “Engkau terus mengikuti kami sampai akhirnya engkau membuka rahasia kami dengan Allah.” Ia tidak senang orang lain mengetahui keberaniannya.

Ada pula seorang saleh yang membangun sebuah masjid, tetapi pembangunan itu dinisbatkan kepada orang yang mengawasi pembangunannya.

Sebagian orang datang kepadanya dan berkata: “Mengapa engkau diam saja dan tidak menyatakan bahwa masjid itu milikmu?”

Ia menjawab: “Karena Dzat yang aku bangunkan masjid ini untuk-Nya sudah mengetahui.”


شَهْرُ القِيَامِ

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُولُ لِأُمِّنَا عَائِشَةَ: أَلَكِ حَاجَةٌ؟
فَتَقُولُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: فِدَاكَ أَبِي وَأُمِّي، وَهَلْ لِي عَنْكَ غِنًى؟ وَلٰكِنِّي أُؤْثِرُ حُبَّكَ لِرَبِّكَ وَشَوْقَكَ لِلْوُقُوفِ بَيْنَ يَدَيْهِ، فَيَقُومُ اللَّيْلَ كُلَّهُ حَتَّى يَسْتَأْذِنَهُ بِلَالٌ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لِلْأَذَانِ

وَكَانَ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ يَخْتِمُ القُرْآنَ كُلَّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ

وَكَانَ أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ يَقُومُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ٣٠٠ رَكْعَةٍ

Bulan Qiyamul Lail

Rasulullah ﷺ pernah berkata kepada Ummul Mukminin Aisyah: “Apakah engkau mempunyai kebutuhan?”

Aisyah رضي الله عنها menjawab: “Ayah dan ibuku menjadi tebusan bagimu. Apakah aku bisa tidak membutuhkanmu? Tetapi aku lebih memilih kecintaanmu kepada Rabbmu dan kerinduanmu untuk berdiri di hadapan-Nya.”

Maka Rasulullah ﷺ shalat malam sepanjang malam, hingga Bilal رضي الله عنه meminta izin untuk mengumandangkan adzan Subuh.

Utsman bin Affan رضي الله عنه mengkhatamkan Al-Qur’an setiap malam di bulan Ramadhan.

Imam Ahmad bin Hanbal shalat 300 rakaat setiap malam di bulan Ramadhan.


شَهْرُ الإِنْفَاقِ

تَصِفُ السَّيِّدَةُ عَائِشَةُ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا النَّبِيَّ ﷺ بِأَنَّهُ كَانَ جَوَادًا، وَأَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ كَالرِّيحِ المُرْسَلَةِ. رَآهُ أَحَدُ الصَّحَابَةِ يَلْبَسُ بُرْدَةً، فَقَالَ: أَكْسِنِيهَا يَا رَسُولَ اللهِ. فَقَامَ النَّبِيُّ ﷺ وَخَلَعَهَا فِي الحَالِ وَهُوَ يَبْتَسِمُ

فَغَضِبَ مِنْهُ الصَّحَابَةُ وَلَامُوهُ، فَقَالَ: وَاللهِ أَرَدْتُهَا لِي كَفَنًا، فَلَا أَمْلِكُ كَفَنًا أَفْضَلَ مِنْهُ، وَفِيهِ رَائِحَةُ النَّبِيِّ ﷺ

يَوْمًا قَالَ النَّبِيُّ ﷺ لِأَبِي هُرَيْرَةَ
«لَوْ كَانَ عِنْدِي مِثْلُ جَبَلِ أُحُدٍ ذَهَبًا لَوَزَّعْتُهُ عَلَى الفُقَرَاءِ إِرْضَاءً لِلَّهِ»

Bulan Berinfak

Aisyah رضي الله عنها menggambarkan Nabi ﷺ sebagai orang yang sangat dermawan, dan paling dermawan pada bulan Ramadhan seperti angin yang berhembus membawa kebaikan.

Suatu hari seorang sahabat melihat Nabi ﷺ memakai sebuah mantel. Ia berkata: “Wahai Rasulullah, berikanlah mantel itu kepadaku.” Maka Nabi ﷺ segera melepasnya dan memberikannya sambil tersenyum.

Para sahabat pun marah kepada orang itu dan menegurnya.

Orang itu berkata: “Demi Allah, aku memintanya agar ia menjadi kain kafanku, karena aku tidak memiliki kain kafan yang lebih baik darinya, dan di dalamnya ada aroma Rasulullah ﷺ.”

Suatu hari Nabi ﷺ berkata kepada Abu Hurairah: “Seandainya aku memiliki emas sebesar Gunung Uhud, niscaya aku akan membagikannya kepada orang-orang fakir demi mencari keridhaan Allah.”


شَهْرُ حُسْنِ الخُلُقِ

بَصَقَ أَحَدُ الجَاهِلِينَ الحَاقِدِينَ عَلَى آلِ البَيْتِ الكِرَامِ فِي وَجْهِ زَيْنِ العَابِدِينَ، فَتَبَسَّمَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Bulan Akhlak Mulia

Suatu hari seorang yang membenci keluarga Nabi meludah ke wajah Zainal Abidin (Ali bin Husain). Namun beliau hanya tersenyum.

أَسْأَلُ اللهَ أَنْ نَقْتَدِيَ بِالسَّلَفِ الصَّالِحِ، وَأَنْ يُعِينَنَا عَلَى ذٰلِكَ، وَأَنْ يُثَبِّتَ قُلُوبَنَا عَلَى الإِيمَانِ

اللَّهُمَّ آمِين

Semoga Allah menjadikan kita mampu meneladani para salafus shalih, membantu kita untuk mengamalkannya, dan meneguhkan hati kita di atas iman.

Ya Allah, kabulkanlah. آمين


Oleh : Masyhadi Akhyar
Terjemah dari tulisan Syaikh Mutwalli Asy-Sya’rowi

admin

admin

About Author

Masyhadi Akhyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan risalah terbaru dengan berlangganan

Jadi pertama yang tahu

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.