Islamabad – Upaya mengakhiri konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru. Untuk pertama kalinya sejak perang enam pekan terakhir, kedua negara menggelar pembicaraan langsung di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4).
Pertemuan ini berlangsung setelah masing-masing delegasi sebelumnya melakukan pembicaraan terpisah dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang berperan sebagai mediator dalam upaya perdamaian tersebut.
Delegasi Amerika Serikat dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta tokoh politik Jared Kushner. Sementara itu, Iran mengirimkan lebih dari 70 pejabat yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
Awalnya, perundingan ini dirancang sebagai pembicaraan tidak langsung. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kedua pihak kini duduk dalam satu ruangan, didampingi mediator Pakistan, menandai adanya kemajuan signifikan dalam proses diplomasi.
Perdana Menteri Sharif menyatakan harapannya agar dialog ini menjadi langkah awal menuju perdamaian yang berkelanjutan di kawasan. “Kami berharap pembicaraan ini menjadi batu loncatan menuju stabilitas dan keamanan jangka panjang,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Sejumlah isu krusial menjadi fokus utama pembahasan, termasuk upaya mempermanenkan gencatan senjata, konflik di Lebanon yang melibatkan kelompok Hezbollah, serta kemungkinan pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Amerika Serikat.
Sumber diplomatik menyebutkan adanya indikasi kemajuan awal, seperti wacana pembatasan serangan di wilayah selatan Lebanon dan peluang pelonggaran terhadap aset Iran. Meski demikian, belum ada kesepakatan resmi yang diumumkan.
Di tengah proses negosiasi, ketegangan masih terasa. Iran tetap mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, yang memicu gangguan besar terhadap pasokan global.
Pihak Iran menyatakan kesiapannya untuk mencapai kesepakatan, asalkan hak-haknya diakui dan komitmen yang diberikan bersifat nyata. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menegaskan sikap tegas Washington, sembari menyiratkan keraguan terhadap niat Iran dalam perundingan.
Meski jalan menuju damai masih panjang, pertemuan langsung ini dipandang sebagai sinyal positif. Dunia kini menanti apakah dialog di Islamabad mampu menjadi titik balik bagi berakhirnya konflik yang telah mengguncang stabilitas kawasan dan ekonomi global.
Sumber: Jazera


