Kisah Sejarah Wawasan

Mush’ab Ibn Umair Duta Pertama Islam, Mengapa Ia Dipilih?

person in white hijab and black long sleeve shirt

Banyaknya kisah besar tentang peristiwa hijrah sering membuat kita terpukau hingga tanpa sadar, kita melupakan peran-peran sunyi yang justru menjadi pondasi dari peristiwa agung itu.

Mari sejenak kita mundur tiga tahun sebelum hijrah. Saat itu, Nabi Muhammad berjalan dari satu perkemahan ke perkemahan lain di musim haji. Di tengah panasnya padang pasir dan kerasnya penolakan, beliau mengetuk hati satu kabilah demi kabilah. Beliau tidak membawa harta, tidak pula kekuasaan, hanya membawa kebenaran. Beliau mengajak mereka beriman, melindungi, dan menolong dakwah ini.

Banyak yang menolak. Banyak yang berpaling. Namun di tengah perjalanan pulang, setelah lelah berdialog dengan Bani Syaiban, Allah bukakan jalan yang tak terduga. Beliau bertemu enam orang dari kabilah Khazraj, penduduk Yatsrib (Madinah). Kepada mereka, beliau sampaikan Islam dan tanpa ragu, mereka menerimanya.

Enam orang ini bukan tokoh besar. Bukan pemimpin berpengaruh. Tapi dari merekalah, cahaya itu mulai menyebar. Mereka kembali ke Madinah, membawa iman dalam dada. Setahun kemudian, mereka datang lagi, kali ini dua belas orang. Di sebuah tempat bernama Al-‘Aqabah, mereka berbaiat kepada Nabi: untuk menyembah Allah semata, menjauhi dosa-dosa besar, dan taat dalam kebaikan.

Di sinilah titik balik itu dimulai. Yatsrib bukan sekadar kota, ia adalah harapan baru. Tanah yang siap ditanami iman. Hati-hati yang belum keras oleh kesombongan. Nabi Muhammad melihat peluang itu dan beliau tidak menyia-nyiakannya.

Beliau ingin dakwah ini tumbuh di sana. Namun, siapa yang akan diutus? Ini bukan tugas ringan. Ini adalah amanah besar: membangun masyarakat baru di atas iman. Dan pilihan itu jatuh kepada seorang pemuda yang lembut hatinya, kuat imannya, dan luar biasa pengorbanannya: Mus’ab ibn Umair.

Mengapa Mus’ab?

Karena mencintainya adalah bagian dari iman dan meneladani jalannya adalah jalan menuju keberhasilan. Mus’ab bukan orang tua yang lemah, dan bukan pula pemuda yang gegabah. Ia berada di usia matang cukup kuat untuk memikul beban, cukup bijak untuk mengambil keputusan.

Ia telah merasakan pahitnya hijrah ke Habasyah dua kali. Ia tahu arti meninggalkan kampung halaman. Ia tahu bagaimana hidup di tengah orang-orang yang berbeda. Ia berasal dari keluarga terpandang, namun ia tinggalkan kemewahan itu demi Islam. Dari pemuda paling berpenampilan mewah di Makkah… menjadi seorang da’i yang sederhana.

Ia bukan hanya membawa ilmu ia membawa keteladanan. Lemah lembut tutur katanya, dalam hikmah cara berdakwahnya, dan indah dalam akhlaknya. Ia tidak memaksa, tapi menyentuh hati. Ia tidak meninggikan diri, tapi merendah hingga dicintai.

Dan yang paling penting ia telah lulus dari ujian dunia. Ketika ibunya sendiri mencabut seluruh kemewahan darinya, ia tidak goyah. Ia memilih Allah meski harus kehilangan segalanya.

Orang seperti ini tidak akan tergoda oleh dunia, bahkan jika dunia itu datang menghampirinya. Ia juga tidak silau dengan kepemimpinan. Ia telah mengorbankan kedudukan di kaumnya demi Islam. Maka ketika manusia mulai mengikutinya, ia tetap teguh bukan mencari kedudukan, tapi menyampaikan risalah.

Dan hasilnya luar biasa.!

Dalam waktu singkat, Islam masuk ke setiap rumah di Madinah. Dari satu orang menjadi kelompok-kelompok. Dari percikan kecil menjadi cahaya yang menerangi seluruh kota. Mus’ab tidak hanya berdakwah, ia mempersiapkan sebuah peradaban.

Hingga akhirnya, 75 orang datang ke Makkah. Mereka tidak lagi sekadar beriman mereka siap menjadi penolong. Mereka mengundang Rasulullah untuk hijrah ke Madinah. Dan kita tahu dari situlah sejarah besar dimulai. Semua itu bermula dari langkah seorang pemuda.

Semoga Allah meridhai Mus’ab ibn Umair, merahmatinya, dan menjadikan kita mampu meneladani jejak perjuangannya.

admin

admin

About Author

Masyhadi Akhyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan risalah terbaru dengan berlangganan

Jadi pertama yang tahu

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.