Berita Global Kabar Kabar Ummat

Blokade Gaza Masih Berlanjut, Krisis Semakin Parah

blue and white printer paper

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 05/05/2025 menyatakan bahwa keadaan kesehatan di Gaza semakin parah karena bantuan atau pasokan medis tidak diizinkan masuk ke wilayah kantong tersebut selama dua bulan terakhir.

Menurut laporan Margaret Harris Anadolu bahwa blokade Israel telah menghalangi pengiriman bantuan kemanusiaan, sehingga penduduk terjebak dalam kondisi buruk. Kondisi masyarakat di Gaza adalah mereka mengalami kekurangan dalam segala hal.

Dia mengatakan bahwa orang-orang takut untuk pergi ke rumah sakit karena banyak yang telah diserang oleh Israel selama 18 bulan ofensif di Gaza – yang bisa dianggap sebagai kejahatan perang, karena fasilitas kesehatan seharusnya dilindungi dari konflik. Ia menyatakan bahwa rumah sakit sangat kekurangan alat dasar yang diperlukan dokter dan perawat untuk merawat mereka yang terluka.

Harris menegaskan bahwa sumber daya sangat terbatas dan pasien yang datang ke rumah sakit mengalami cedera yang sangat rentan terhadap infeksi.

“Perlu diingat bahwa mereka menghadapi pemboman setiap hari, sehingga mereka mengalami apa yang kita sebut sebagai cedera traumatis, di mana ada tulang patah, luka terbuka, dan luka yang sangat kotor akibat orang-orang terjebak di bawah runtuhan dan tanah.”

“Terdapat risiko tinggi munculnya berbagai jenis infeksi pada luka.” Dan bagi individu-individu yang hidup dalam keadaan yang sangat sulit, mereka mengalami kekurangan gizi, tidak mendapatkan makanan yang cukup, dan tinggal dengan berdesakan, sehingga penyakit menular dengan cepat menyebar di antara mereka,” tambah Harris.

“Mereka mengalami diare akibat kurangnya air bersih, sehingga semua hal ini menambah risiko kesehatan di Gaza,” jelasnya.

Harris menyatakan bahwa rumah sakit sedang padat dan berusaha untuk mengatasi situasi tersebut. Saat ini terdapat 21 rumah sakit yang beroperasi sebagian, ditambah empat rumah sakit lapangan, tetapi tidak ada yang memiliki cukup kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien yang terus meningkat.

Blockade itu membuat tugas para tenaga medis menjadi hampir tidak mungkin, ujarnya. WHO memiliki tim di Gaza serta dua tempat penyimpanan di luar Gaza yang dipenuhi dengan pasokan dari gencatan senjata terakhir, namun pasokan itu tidak bisa digunakan karena Israel menghalangi akses masuk.

Harris menegaskan bahwa WHO akan tetap beroperasi di Gaza. Tugasnya meliputi lebih dari sekadar mendistribusikan pasokan ke daerah tersebut.

Sumber: Anadalau

Tag:
admin

admin

About Author

Masyhadi Akhyar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dapatkan risalah terbaru dengan berlangganan

Jadi pertama yang tahu

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.